"Nini ...." "Jawablah, Vanda." "Iya, aku bersedia memenuhi keinginan Nini." "Alhamdulillah." Semua mengucap syukur, kecuali Rara. Rara merasa kasihan pada Vanda, karena tidak bisa bebas memilih pilihan hatinya. 'Siapa kira-kira, pria yang dijodohkan dengan Kak Vanda ya?' "Nini, siapa pria yang dijodohkan dengan Kak Vanda?" Rara tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya. "Nanti, kamu akan tahu." "Kenapa nanti, sekarang saja, Nini." "Rara, Nini bilang nanti ya nanti. Ayo kita ke luar." Asifa membawa putrinya ke luar ruangan. Ia takut, kalau Rara nanti dimarahi Nininya, karena kadar rasa ingin tahunya yang terlalu tinggi. "Vanda, kamu ke luar juga ya." "Iya, Nini." Vanda ke luar dengan wajah menunduk dalam. Ia ingin menolak, karena di dalam hatinya sudah ada nama Razzi. Tapi, ia

