PART. 91

1003 Words

Raka terbangun saat merasa jemari Tari dalam genggamannya bergerak. Ia bangkit dari duduknya. Ditatapnya wajah pucat Tari, mata Tari masih terpejam, tapi dua bulir airmata turun dari sudut mata Tari. Raka memencet bell untuk memanggil dokter jaga. Dokter datang bersama beberapa juru rawat yang bertugas. Dokter memeriksa Tari dengan seksama. "Bu Tari sudah sadar, kondisinya mulai stabil, Pak Raka tidak usah cemas" "Terimakasih dok" Setelah dokter dan juru rawat pergi. "Sayang" panggil Raka lembut, dikecupnya jemari Tari. Mata Tari terbuka perlahan. Air mata mengucur deras dari matanya. "Sayang" "Ini salahku Aa, aku yang salah karena sudah melawan Aa, aku hiks..hiks.." Tari meraba perutnya. Wajahnya meringis, matanya membola sesaat menyadari perutnya yang terasa datar. "Anak kita ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD