“Kenapa menahanku?”tanya Nick heran, karena biasanya dosennya itu sangat ingin mengusirnya keluar.
“Temani aku hari ini saja, aku butuh seorang teman,” balas Jade dengan nada yang lemah.
“Apa sedang sakit? Jangan khawatir, Miss. I’ll be right where you’re,” ujar Nick dengan nada meyakinkan Jade.
Nick menggengam erat tangan Jade, dan hendak mengecup dahinya. Namun Nick merasakan hawa panas dari tubuh Jade. Jade demam.
"Aku akan mengompresmi terlebih dahulu," ujar Nick melangkah jauh untuk mengambilkan kompres dingin untuk Jade.
“I’m fine,” ujar Jade lemas.
Jade memeluk Nick yang sibuk mengompresnya .
"Please be with me for now, " ujar Jade yang masih memeluk Nick erat.
Nick membalas pelukan itu. Ia tidak tega melihat dosen kesayangnya itu dalam kesakitan.
"Kita ke dokter," pintah Nick kepada dosennya.
"Tidak perlu karena demam akan mereda dengan sendirinya ," balas Jade sambil tersenyum tipis walau wajahnya pucat.
"Tapi ....” belum selesai Nick menyelesaikan kalimatnya, Jade sudah menutup bibir Nick dengan bibirnya.
"I'm fine, my student," bisik Jade.
Nick tahu Jade masih lemah. Nick mengangkat tubuh Jade dan membawanya ke kamar.
"Take good rest, " ujar Nick
"I'll be right where you are," lanjut Nick selepas mengatakan kalimat terakhirnya.
Jade mengenggam tangan Nick dan tidur. Jade merasakan kehangatan tangan mahasiswanya itu. Ia merasa tidak ingin melepaskan tangan itu, Ia rasanya ingin mengengam tangan itu selamanya.
Sementara lain, Nick duduk disamping ranjang dosennya itu. Memandang dosennya yang tertidur pulas. Ia menyadari dosennya sangat cantik bahkan disaat masih dalam keadaan lemah.
"Aku mencintaimu," ujar Nick sambil mengecup pelan kening Jade.
Sambil menunggu dosennya untuk sadar, ia menggapai ponselnya dan memfoto dosennya yang sedang tidur. Nick juga tidak lupa mengambil foto tangannya yang sedang digenggam erat oleh dosennya.Nick sengaja tidak mengupload apapun karena itu bisa menghancurkan reputasi Jade sebagai dosen di kampusnya.
4 jam kemudian...
Jade terbangun dan melihat Nick yang duduk ranjangnya menggengam erat tangannya. Jade tersenyum melihat Nick menepati janjinya.
"Miss sudah terbangun? Maaf saya tertidur. Apa ada sesuatu yang miss butuhkan saat ini ? aku akan mengambilnya, " ujar Nick yang menyadari pergerakan dosennya itu.
"Aku tidak membutuhkan apapun. Maaf menganggu tidurmu. Lanjutkan tidurmu, tidurlah disini. Aku sudah merasa lebih baik. Aku akan lanjut tidur di sofa," ujar Jade
" Tidak apa-apa, kamu masih sakit sebaiknya beristirahat diranjang saja," balas Nick
"Baiklah. Aku tak bisa menolakmu," ujar Jade dengan sedikit tertawa.
"Kuharap kau akan cepat membaik, "batin Nick.