13.00
Cambria Landing Inn, California
Kekesalan akan semua yang terjadi semalam masih mengalir jernih dalam pikiran Jade Avizi. Ia merutuki dirinya akan semua yang terjadi semalam. Ia merasa sangat ceroboh sampai tidak bisa mengenali motif Nick yang sebenarnya.
"Gosh! Mahasiswa zaman sekarang berani sekali menyapu bibirku, dan ia merebut ciuman pertamaku. Aku harus menjaga ini tetap aman, jika tidak daddy akan membunuhku," batin Jade kesal.
Jade Avizi frustasi dengan kejadian semalam. Setelah lama berpikir dan melewati perenungan yang lama, Jade akhirnya memutuskan untuk menghubungi Nick Jordan.
“Ini aku, Jade Avizi, bisa kita ketemu?”tanya Jade langsung pada intinya, ia terlalu malas hanya untuk sekedar menyapa Nick.
“Selalu bisa, apalagi jika yang mengajak itu seorang dosen cantik kayak Miss, “ ujar Nick Jordan sambil sedikit menggombal.
“Kita bertemu di Pitchoun, aku akan menunggumu disana,” ujar Jade
“Baiklah, see you there!”balas Nick
Jade Avizi langsung menutup ponselnya sehabis Nick menyetujuinya, Jade langsung mempersiapkan dirinya dan pergi ke Pitchoun. Nick juga melakukan hal yang serupa seperti yang Jade lakukan.
Sesampai Nick Jordan di kafe, ia melihat dosennya itu sudah duduk menunggunya. Nick mendekat dan menyapa.
“Mengapa miss menyuruh saya datang? Bukankah ini cukup aneh bila seorang dosen menghubungi mahasiswanya untuk minum kopi?” tanya Nick dengan wajah yang pura-pura tidak mengerti. Sebenarnya, ia tahu bahwa ini pasti berkaitan dengan rekaman itu.
"Saya tidak ingin menghubungimu jika ini tidak penting, Aku menyuruhmu kemari untuk membuat sebuah kesepakatan yang mutualisme," ujar Jade langsung pada intinya, ia memang tidak suka mengulur waktu jika sedang berbicara dengan yang lain.
“Baiklah, “ balas Nick
“Aku akan meloloskanmu, sebagai gantinya, kau menghapus rekaman itu,” ujar Jade dengan suara yang jelas dan cukup keras.
“Bagaimana jika aku menolak?”tanya Nick pensaran dengan jawaban Jade.
“Katakan apa yang kau inginkan, jangan berkelit denganku, itu namanya pemborosan waktu, “ ujar Jade mendengus kesal.
“Aku ingin sebuah ciuman setiap hari, selama satu bulan lamanya, “ ujar Nick Jordan sambil melempar senyum kemenangan.
“Aku menolak,” balas Jade singkat
“Jika itu pilihanmu, tidak apa, paling tidak aku hanya tidak perlu menghapus rekamannya,” ujar Nick dengan wajahnya yang masih tersenyum peniuh kemenangan.
“Baiklah, aku terima, demi menghapus rekaman itu,” ujar Jade Avizi
Nick tersenyum bahagia karena Jade memilih menyetujui penawarannya. Sementara lain , Jade langsung meninggalkan tempat karena terlalu malas menemui Nick lagi.
Ia merutuki dirinya karena hidupnya akan semakin menyebalkan mulai dari hari ini.
Melihat dosennya meninggalkan kafe begitu cepat, Nick memutuskan untuk mengikuti dosennya itu dari belakang. Ia tidak ingin keberadaannya disadari.
“Kau mengikutiku?”tanya Jade karena menyadari bayangan yang selalu berada dibelakangnya.
"Tidak, aku hanya kebetulan melewati jalan yang sama denganmu, " balas Nick dengan ekspresi sedatar mungkin.
"Pulang dan istirahatlah,"ujar Jade
Setelah percakapan singkat itu, Jade memutuskan untuk kembali berjalan menuju mobilnya daripada memikirkan mahasiswa yang membuatnya pusing.
"Walau aku mengancamnya , ternyata dia dosen yang baik. Dia masih memerdulikanku," batin Nick
Nick memutuskan untuk tidak mengikuti Jade dan pergi menuju mobilnya, Hari ini ia sangat bahagia, karena dosen yang selama ini ia kagumi dalam diam menerimanya , walau secara tidak halus.
Nick masuk ke dalam mobil dan memikirkan cara agar ia bisa menemui dosen kesayangannya itu malam ini. Namun pupus sudah harapannya, karena ia tanpa sengaja melihat pria itu, pria yang telah merenggut hal paling berharga dalam hidupnya.