"Janji," katanya. Menautkan kelingkingnya saat Latisha bangun, membiarkan tasnya tergeletak di atas meja dan melirik geli pada sang kekasih yang menunduk, berpura-pura mengecek ponselnya dengan perasaan dongkol setengah mati. "Hai. Selamat malam." "Magna Latisha at here! Oh my God!" Pekikan histeris itu pecah pada meja bernomor delapan. Saat Latisha menarik kursi untuk gadis manis itu duduk dan dia bangun, menatap mereka semua dengan senyum hangat. "Menikmati makan malam bersama keluarga?" "Sure! Bagaimana denganmu? Kau datang bersama si tampan dari Black Death?" "Yah, begitu." "Kau berkencan?" Latisha hanya tersenyum. Ketika ibu mereka memberikan ponsel agar Latisha mau berfoto bersama. Dan sang kepala keluarga memegang ponsel itu di ujung dengan Latisha merangkul kedua putrinya d

