Pagi harinya Lola berangkat bersama Angkasa. Lola masih dalam mode diam, sampai akhirnya di saat lampu merah Angkasa mencoba bertanya kepada Lola. "Hei, kenapa? Kok diem aja? Ada masalah apa Lola?" tanya Angkasa. Namun Lola masih diam saja. Ia masih belum mau berbicara juga. "Lola gua ga bakalan tau kalo Lo ga ngasih tau" ujar Angkasa yang kali ini membuat Lola menangis. Angkasa pun kebingungan, dan tepat saat itu lampu berubah menjadi hijau. Angkasa segera menjalankan mobilnya dan meminggirkannya untuk berbicara kepada Lola. "Kenapa? Kok nangis" tanya Angkasa sembari mengusap air mata di pipi Lola. "Angkasa jahat sama Lola. Angkasa ga sayang sama Lola" ujar Lola masih dengan menangis. "Hei, kok bilang gitu?" tanya Angkasa. "Angkasa kalo sama Rara bilang Aku-Kamu. Kalo sama

