Setelah mengantarkan Kayla ke butik, Raffa pun langsung menuju kantornya sendiri. Pekerjaan masih menunggu untuk di selesaikan. Dan entah kenapa, sekarang semuanya terasa cepat selesai. Mungkin, semuanya di pengaruhi juga oleh suasana hatinya. Sekarang, dia sedang berbahagia. Kayla sudah bukan kekasih Adam lagi, dan dia mendapatkan kesempatan untuk kembali pada Kayla. Malam nanti, Raffa akan mengajak Kayla jalan keluar sekaligus makan malam bersama. Dan juga, Raffa berniat ingin melamar Kayla. Memang semuanya terasa terlalu cepat. Tapi, dia dan Kayla sudah saling mengenal. Dan, tak ada yang harus di tunggu lagi. Raffa pun sudah memikirkan kemungkinan terburuk. Kemungkinan kalau Kayla menolak lamarannya. Kalaupun itu terjadi, dia akan menerimanya. Tak akan menyerah, dan akan terus berjua

