Jam 10 malam, Kayla sadar dari pingsannya. Kepalanya masih terasa berdenyut pelan. Belum lagi tubuhnya yang terasa lemas dan lesu. "Di mana ini?" gumam Kayla pada dirinya sendiri. Dia duduk di atas sebuah ranjang berukuran besar bersprei putih polos. Kening Kayla pun berkerut bingung. Dia menatap sekeliling dan dia mengenali tempat dia berada sekarang. Di sana, tak ada siapa-siapa selain dirinya seorang. Kayla pun meraih tasnya yang ada di atas nakas. Mengambil ponsel dan melihat jam berapa sekarang. Setelah mengetahui jam, Kayla pun bangkit berdiri. Tubuhnya sedikit limpung karena kesadarannya belum pulih sepenuhnya. "Kay, kamu sudah sadar?" Suara seorang pria terdengar memasuki telinga Kayla. Kayla enggan menjawab ataupun menatap. Sebab, dia sudah tahu siapa pria itu. "Kenapa aku ad

