Teror Malam Hari

1060 Words

Ketika malam tiba, rupanya ucapan Divara ingin membuatkan tumis buncis bukan main-main. Daniar sampai merinding karena melihat setiap apa yang dilakukannya mengingatkannya pada seorang Fathur. Agenda menginap hari itu juga dibuat sangat padat setelah waktu siang mereka berusaha keras menuntaskan segala tugas secara maksimal dan berharap dapat nilai A. Hampir dua puluh tahun Daniar hidup, belum pernah ia rasakan rasanya menginap di manapun apalagi di rumah teman. Satu-satunya pengalaman menghabiskan malam bersama teman adalah saat waktu itu study tour, itu juga tak ada agenda berarti selain mengamati bintang karena kelelahan lebih mendominasi. Bersama Divara yang energinya serasa tak habis-habis, Daniar jadi ikut merasa antusias juga. Agenda yang paling berkesan adalah saat bersama-sama m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD