Daniar selesai bergulat dengan hati dan pikirannya, ia akhirnya memutuskan melakukan sesuatu. Ya, sesuatu pada Verlando yang selama ini menjadi teman bicaranya. Semoga selalu begitu, Daniar merasa nyaman ketika mengetikkan kata demi kata, merasa bahagia sekali ketika menemukan pendapat yang sama. Tapi ia kadang menjadi perempuan yang pengecut, ingin tetap seperti ini tapi tidak di kehidupan nyata ketika bertemu. Demi apapun disandingkan dengan orang seperti Verlando adalah hal yang membuatnya minder. Orang-orang di sekelilingnya mestilah orang-orang hebat. Daniar percaya lingkungan dapat membentuk karakter seseorang, Verlando tumbuh di lingkungan yang baik. Setiap memikirkan hal itu, ketakutan-ketakutan pun kadang melandanya. Ia takut jatuh terlalu dalam, tapi terlanjur tak bisa tertolon

