NINETEEN

1421 Words

Diriku terus dihujani oleh kecupan-kecupan mesra dari Alan. Sweet and gentle. Ciuman yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Membuatku terlena. Membuatku terbuai. Entah bagaimana caranya Alenna sudah berada di tangan ayahnya. Tertidur lelap. Aku terhanyut akan segala cumbu yang diberikan oleh Alan padaku hingga tak menyadari posisiku kini. Tangan kananku tertempel di lehernya dan tangan kiriku menyentuh dadanya yang bidang. Bibirku memanas akibat kecupannya yang sungguh b*******h. Alan mengganti arah kepalanya ke kiri tanpa menghentikan aktivitasnya. Suara kecupan yang kami hasilkan menggema ke tiap sudut ruangan toilet. Desahanku membuatnya mabuk kepayang. Seperti biasa, seperti waktu dulu, Alan selalu menggeram saat ia mendapatkan suara sensualku. Alan seakan-akan sedang membalas dendam.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD