ELEVEN

1247 Words

"Maafin aku, Mama, Papa," gumamku seraya menyeka air mata yang mengalir ke pipiku. Keputusanku sudah bulat dan takkan ada yang dapat menghalanginya. Aku sudah memutuskan untuk melarikan diri dari kehidupanku. Melupakan semuanya dan akan memulai hidup baru. Sungguh aku merasa sangat bersalah karena telah mencuri uang yang seharusnya digunakan untuk biasa kuliahku dari rekening pendidikan. Kuakui, dosaku sudah terlalu banyak pada ayah dan ibuku karena sudah terlalu sering membohongi mereka. Namun di sisi keegoisanku, semua yang telah kualami merupakan bukti dari kelalaian mereka dalam mendidikku. Orang tuaku terlalu sibuk mencari nafkah sehingga mereka lupa untuk melakukan kewajiban penting mereka sebagai orang tua. Tadi malam, aku menghubungi Sabrina dan memintanya untuk menemuiku. Keti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD