Lalu Doni mengitari Fero yang sedang di sekap di kursi, Doni berjalan layaknya seorang mafia yang sangat kejam yang bersiap untuk membinasakan mangsanya, namun satu hal Fero tidak sedikitpun merasa takut. Fero sudah terlalu mendalam kebenciannya kepada dunia ini, hingga rasanya dia sudah tidak kuat untuk hidup, karena dia begitu tidak beruntung semasa hidupnya, "Hey kau Tuhan jika kau benar-benar ada kemana kau selama ini? jika kau benar-benar ada maka kenapa aku harus hidup seperti ini!, apakah kau juga ikut tertawa melihatku yang seperti ini? apakah kau juga senang melihat aku yang di rundung kesedihan ini? jawablah!" Fero menggrutu kepada tuhan, dia benar-benar sedang dalam kondisi yang sangat kacau. Fero lalu menghadapkan wajahnya keatas, "Jika kau benar-benar ada dan tak sekejam i

