"Aku lelah, Amira! Aku ingin semuanya cepat selesai. Bisa tidak kamu tidak mengganggu hidupku?!" Mas Baja memaksakan diri berbicara di sela kemarahannya. Ia tampak benci sekali karena aku nyaris terlibat dalam pernikahannya dengan Raline "Kamu pikir aku tidak, Mas? Aku juga ingin semuanya cepat berakhir. Aku juga lelah, Mas!" ucapku dengan mata yang terus berair. Batinku bahkan jauh lebih lelah dibandingkan raga yang masih terus bertahan dari gempuran masalah berkepanjangan. "Kalau seperti itu kenapa kamu malah kembali ke kota? Kenapa kamu malah kerja sama Teo dan muncul di tempatku bekerja? Di Aditama Group! Kenapa, Amira?!" sentaknya dengan tangan memukul kembali stir mobil. Aku pun terperanjat. "Kamu lupa apa yang kamu tinggalkan setelah perceraian ini, Mas? Kamu lupa apa yang

