Claudia

1085 Words

“Daffa bagaimana perusahaan?” tanya Aditya sambil membersihkan mulutnya. Ia sudah menyelesaikan sarapannya. “Masih stabil,” kata Daffa juga menyudahi acara makannya. “Baguslah, Ayah pengen kamu fokus saja ke perusahaan dulu,” kata Aditya lagi. Ia tak mau perusahaan mereka tak terurus karena Daffa lebih banyak menghabiskan waktunya di kampus daripada di kantor. “Iya Ayah, Daffa bisa membagi waktu untuk itu,” kata Daffa lagi. “Pak Daffa bekerja di perusahaan juga,” batin Kania baru tau kalau Daffa bekerja di perusahaan juga. “Kania ada kelas pagi ini?” Aditya beralih berbicara dengan Kania. Karena ia melihat sedari tadi Kania menunduk sambil memperhatikan makanannya. “Tidak Yah, Kania masuk siang nanti,” balas Kania mendongakkan kepala menjawab pertanyaan Aditya. Saat ia mendongak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD