Waktu terus berjalan Kania masih saja berkutat dengan makanannya, walaupun hanya makanan sederhana dan bukan masakan bintang lima, tetap saja Kania terlihat sangat menikmati makanannya. “Kamu terlihat menikmati nasi goreng itu,” ungkap Daffa. Ia merasa reaksi Kania berlebihan saat memakan makanan yang hanya sekedar nasi goreng saja. “Saya hanya mensyukuri semua hal Pak,” balas Kania dengan girang. Mood-nya menjadi baik saat mengatakan itu. Daffa hanya mengganguk merespon perkataan Kania dan lanjut memakan makanannya yang tersisa. Terlihat Daffa melihat kea rah pantai, sebenatr lagi akan malam. Ia beralih menatap Kania yang duduk di sampingnya. “Aku tidak tau apa rencana tuhan mempertemukan kita, orang yang tak pernah kuduga. Aku sempat tak mempercayai cinta karena luka-luka yang merek

