Erna terkejut

1182 Words

                “Apa kamu sering bertemu dengan Wildan?” tanya Erna sambil menyesap teh hangat dengan gula rendah kalori.                 Lolita menggelengkan kepalanya. “Panggilan telponku saja tidak pernah diangkat oleh Wildan. Dia menghindariku,” jawab Lolita dengan wajah sendunya. “Padahal aku tidak ikut serta dalam penculikan Clara.” Erna melirik Lolita yang ada di sampingnya. Ia merasa tidak enak hati. Berniat membantu Lolita, justru ia malah menjauhkan Wildan. “Maafkan ibu ya sayang ...,” kata Erna sambil mengusap tangan Lolita. Lolita  menatap telapak tangan putih dan bersih. Tanpa kuku yang panjang dan juga kutek warna. Terhias satu cincin emas dua puluh empat karat di jari manisnya. Pandangan Lolita merayap dari cincin emas yang melingkar di jari manis itu menuju ke bagian waj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD