Hampir saja hujan mengguyur kepala Clara, Reno dan Diva. Untung saja mereka sampai tepat waktu pada satu Motel sederhana dengan pelataran sepi. Tentu saja motel ini sepi. Peringatan sudah diberikan sejak kemarin jika lokasi pantai berbahaya. Memang sial, palang peringatan yang harusnya ada di depan gerbang masuk saat memasuki lokasi pantai entah berada di mana. Mungkin saja hilang karena ulah gerombolan pemuda iseng atau papan peringatan itu terbang tertiup angin kencang. Clara terengah lega ketika langkah kakinya berhasil memasuki teras Motel. “Apa kepalamu basah sayang?” tanyanya pada Diva yang langsung menjawab dengan menggelengkan kepala. “Kita harus masuk ke dalam motel segera!” seru Reno pada Clara. Tangan kekarnya masih menggendong erat tubuh Diva. Memastikan jika putrinya itu ti

