“Apa?!” Kedua mata Lolita membulat. Ia terkejut ketika Erna membicarakan tentang Clara yang kini bersama Herman. “Kenapa ibu melakukan ini ...,” pekiknya sambil memukul kening. “Memang kenapa?” tanya Erna dengan muka polos. Serasa ia tidak melakukan kesalahan. “Ibu serius telah menyuruh Herman untuk menculik Clara?” tanya Lolita dengan suara lirih dan merapat duduk di dekat Erna. “Kenapa, kamu kaget ya? Engga rugi ibu jauh-jauh datang ke mari dan buat kamu kaget,” jawab Erna yang justru malah tertawa. Lolita menghela nafas panjang. Ia mengatur nafasnya perlahan. “Ya ampun ibu ... aku bukan kaget karena senang. Ibu kira, aku akan senang menedengar ini semua?” Tatapan Lolita bergetar. “Jika Herman sukses membuat Clara tidak lagi dekat dengan Wildan pasti kamu senang ka

