Sebuah lagu

1173 Words

Wildan melirik arloji yang melingkar dipergelangan tangannya. Malam ini harusnya menemani Clara di waktu senggang yang dimilikinya. Namun justru malah ada di sini satu meja dengan Lolita. Suara gesekan antara garpu, pisau dan piring terdengar. Lolita melirik ke arah Wildan yang sejak tadi melihat ka arah arlojinya berulang kali. “Apa ada yang membuat janji denganmu? Sepertinya kamu menunggu seseorang.” Wildan langsung menatap ke arah Lolita yang kini sedang memandang ke arahnya. “Aku tidak sedang membuat janji dengan siapa pun juga. Hanya saja harusnya saat ini aku bersama Clara.” Lolita menghela nafas panjang. “Hm ... Clara lagi. Clara lagi ...,” gerutunya sambil mengambil segelas wine dan menyesapnya perlahan. Wildan mengamati Lolita yang kini memalingkan muka. “Aku memilih bersamamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD