part 13

462 Words
Setelah selesai makan, kami langsung pamitan untuk pulang, tiani menumpang dengan jaka juga irul. Jaka menawarkan tumpangan untuk ku, namun kutolak. Bisa kacau jika aku menerima nya, walaupun mungkin saja mas herman belum pulang mengajar, karena ini masih pukul tiga sore, sementara dia pulang itu pukul empat sore. Tapi aku tidak ingin mengambil resiko, aku tetap menolak tawaran dari jaka. Lalu setwlah mereka pergi, aku segera memesan taksi online, tidak berapa lama juga taksi ku sudah sampai. Setelah 30 menit dalam perjalanan, akhirnya aku sampai dirumah. Karena sudah sedikit sorean makanya perjalanan pulang lebih lama dibanding berangkat tadi, karena sudah rada macet. Tanpa menunggu lama aku langsung membuka pintu dan masuk ke rumah, betapa terkejut nya aku melihat mas herman sudah sampai dirumah lebih dulu dibanding aku. "Kok lama, kan sudah mas ingatkan untuk pulang lebih awal dari mas" ucapnya dingin "maaf mas, kan aku pulang nya sudah benar, seharusnya sebelum mas pulang kerja, karena mas pulang kerja pukul empat sore" ucapku takut "oh jadi mas disini yang salah ya. Dan kamu sudah hafal jam pulang mengajar mas, lalu kamu sengaja ingin pulang mepet. Oh iya, tadi gimana, enak tidak double date nya?" tanya mas herman "Kok mas herman bisa tahu ya? "ucapku dalam hati "Kami tidak double date mas, tapi tadi saat aku dan tiani mau makan di restoran, tiba tiba saja mereka datang dan minta satu meja, tidak mungkin aku mengusir mereka mas, itu tempat umum, kan tidak sopan" jawabku menjelaskan. "Kenapa tidak kalian yang pindah meja?" tanya nya "Makanan kami sudah tersedia mas, kalau kami pindah juga bakalan repot" jawabku Sambil terus marah mas herman menatap ku, lalu tangan nya menekan tengkuk leherku agar lebih dekat dengan wajah nya. Situasi ini membuatku semakin takut. "Mas kan sudah pernah jelasin ke kamu, mas tidak suka ada laki laki lain yg mendekati kamu, kamu milik mas, wanita mas" ucapnya sambil menahan amarah yang lebih besar " Maaf mas, aku benar benar tidak sengaja,, ketemu dengan mereka, kalau mas tidak percaya, mas boleh tanya dengan tiani, atau aku tidak usah keluar rumah saja" jawabku sambil menangis.. Ya situasi ini begitu menakutkan. Mas herman lebih seram dari sebelumnya. Mas herman melepaskan tangan nya dari tengkukku, lalu dia mengusap kasar wajah nya. "Mas minta maaf kalau sudah membuat kamu takut sayang, mas tidak suka ada mereka di dekat kamu." "Mas... Mas cemburu" ucapnya sambil menunduk Aku yang melihat nya seperti itu semakin bingung. "kenapa mas herman cemburu? Apa dia sudah mencintaiku? Ah entah lah, rasanya diri ini bingung dengan situasi ini" ucapku dalam hati "Yasudah, kamu mandi dulu, nanti makan malam biar kita beli saja diluar" ucapnya.. "ii... iya mas" jawabku pelan Setelah selesai mandi, aku pun langsung turun kebawah untuk makan, makan malam hari ini terasa hening, karena mas herman hanya diam saja.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD