Malam itu, setelah makan malam semua orang masuk ke kamar masing-masing. Begitu pula yang Lexus dan Lux lakukan, mereka memutuskan untuk menikmati malam yang panjang di dalam kamar, mungkin juga bersiap-siap untuk berlabuh ke dunia mimpi. Kamar yang di tempati malam ini adalah kamar milik Lexus, Lux merasa sangat nyaman berada di ruangan pribadi milik calon suaminya itu. Ruangan kamar Lexus sama luasnya dengan kamar-kamar yang lain, yang membuatnya istimewa adalah balkon kamar yang menghadap ke sebelah timur. Lux sangat suka menatap matahari terbit, apalagi dengan pemandangan gurun pasir yang sangat luas. Jelas tidak akan ada pohon yang tumbuh pada lahan tandus itu, dan dengan demikian Lux tidak akan terhalang pepohonan ketika ingin menikmati pemandangan matahari yang terbit.

