Chapter 18: Memori

2169 Words

Aku menurunkan kaca mobil, membiarkan udara segar hutan menerpa wajahku dan bermain-main dengan rambutku. Aku belum pernah ke sini, sebelumnya. Tapi ada sesuatu tentang tempat ini yang terasa begitu familiar. Mungkin suasananya, mungkin juga baunya. Seperti bau lumut yang basah, hujan, batang pohon yang lembab, bunga liar, daun kering dan kabut pekat di udara. Kata orang, aroma tertentu, bisa memicu ingatan yang terkait dengannya. Membawamu kembali semua memori dan perasaan, yang pernah kamu rasakan, sama seperti, itu semua terulang kembali. Untukku, aroma hutan pinus, selalu membawaku kembali masa-masa yang penuh tawa. Saat satu-satunya cinta yang aku tahu, adalah cinta tidak bersyarat dari ibu dan bapakku. Saat-saat di mana, bahagia itu sesederhana sepotong cokelat. Dan masalah terbesark

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD