Sudah lewat tengah malam, dan aku baru saja, nyaris tertidur. Lalu telepon genggam ku berdengung di sebelah kepalaku. Mengejek ku. Aku hampir saja berteriak, kalau tidak ingat, Maya sedang tidur di sebelah. Tanganku meraih benda pipih itu, kasar. Kesal. Menggerutu. Rasanya aku ingin mengumpat. Aku bersumpah demi Tuhan, kalau ini tidak penting, dan masih bisa menunggu besok. Aku akan… Tubuhku membatu. Jantung ku jatuh ke lantai, bersamaan dengan rahang ku. Dan otak ku membeku melihat pesan yang tertera di layar ku. No way! Tanpa berpikir, telapak tanganku menampar pipi ku. Meninggalkan sensasi terbakar, memberitahu ku bahwa aku tidak bermimpi. Tapi, bagaimana mungkin? Aku menggosok mataku, lalu membaca pesan itu sekali lagi. Kata demi kata. Memastikan apa yang aku baca itu benar. No way! S

