Chapter 34: The Wife.

1107 Words

Jangan menangis. Menangis hanya untuk para istri dan orang-orang lemah. -Maya. Daerah istimewa Yogyakarta, Awal Juli 2027 Udara sejuk pagi, aroma hangat kopi yang baru saja diseduh, cahaya matahari pagi yang lembut, mengintip dari jendela dan deringan panggilan masuk. Aku meraih ponsel ku di atas meja lampu di samping tempat tidurku. Dengan mata yang masih mengantuk, membaca nama yang bersinar di layar benda pipih hitam di tanganku, Nathan. Seperti disihir, bibirku mengembang penuh, tersenyum bodoh dengan kupu-kupu yang beterbangan di dalam perutku. “Hai, good morning baby girl.” Nathan muncul di layar ponselku, lengkap dengan senyumnya yang hangat, matanya masih mengantuk dan rambutnya terlihat tidak teratur, berantakan di berbagai tempat, tapi entah kenapa, ia terlihat begitu menggoda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD