Chapter 38: Pilihan kedua

1600 Words

Daerah istimewa Yogyakarta, awal September 2027. ‘Aku benci melakukan ini.’  Lagi-lagi aku  memandang seorang perempuan berkulit putih pucat dalam balutan gaun brokat abu-abu, yang berdiri di hadapanku, di depan cermin. Rambut hitamnya ditata seperti spiral sosis lembut yang menggantung di atas bahunya. Perempuan itu kemudian memuas cairan beige kental di seluruh permukaan kulitnya, menghapus bintik-bintik, pori-pori, pembuluh darah halus, dan semua bukti yang menunjukkan bahwa dia adalah manusia. Manusia yang tidak sempurna. Sebelum kemudian melentikkan bulu matanya, dan mengaplikasikan cairan hitam kental di atas bulu matanya  untuk mempertegas mata almondnya, sambil sesekali menari ujung bibirnya. Melatih senyumannya lagi dan lagi. Hampir tulus, sebelum kemudian menari satu ujung bibi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD