29. Kegegeran

1143 Words

Sudah hampir setengah jam Ustadz Rifki, Irham, dan Naysa bertamu. Namun, mereka tak melihat Riska yang keluar dari kamarnya. Ustadz Rifki terus memandang ke arah undakan tangga, berharap jika gadis itu akan muncul. Tetapi, kenyataannya tidak sama sekali. Revan tak henti-hentinya mengulum senyum. Ia merasa bahagia, karena akhirnya sang pujaan hati bertamu ke rumah. Meskipun Naysa terus menunduk, itu sama sekali tak mengurangi rasa bahagianya. "Neng, udah makan belum?" tanya Revan bersemangat. Naysa mendongakkan kepalanya. Ia tersenyum tipis sebelum menjawab. "Belum A' Revan." jawabnya. "Kalo gitu, sekalian makan di sini aja. Bi Arum kayaknya udah masak!" ajak Revan. Irham langsung bangkit dari duduknya. Sudah lama sekali, ia tak menikmati makanan di rumah ini. Baginya, Kakek Tomo su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD