Part 30. Penganggu "Kupaskan mangga ini untukku." Sean menerimanya dengan senang hati. Ia sama sekali tidak merasa keberatan jika di perintah seperti ini oleh Elizabeth. "Tangan ku pegal. Pijitin!" Hayden dengan sigap memijit tangan Elizabeth. "Suapin aku, Sean." Gadis itu memejamkan matanya ketika di layani dengan baik oleh kedua pria tampan itu. Ia menikmati suasana yang begitu hening dan menenangkan. Setidaknya sampai keduanya kembali bertengkar. "Heh! Tidak usah mencari kesempatan dalam kesempitan!" Suara bentakan Sean lantas membuatnya segera membuka mata. "Siapa yang mencari kesempatan dalam kesempitan?" dengus Hayden. "Kau!!" "Aku hanya memijit bahunya." desah Hayden malas. "Kau bukan memijit tapi meraba." "Oh itu. Terserah aku." seringai Hayen. Sean kembali murka. "

