19

1471 Words

“Apa kamu pikir dengan menjauh dari saya bisa menyelesaikan semuanya?” ujar Angkasa. Sakura enggan menjawab. Tetapi tak lama tubuhnya menegang, ketika tiba-tiba mata dingin Angkasa menatapnya begitu lamat. Segera ia menunduk. Namun tiba-tiba lagi Angkasa menarik ujung dagunya, mengangkat wajahnya. “Apa yang bikin kamu nangis sampai mata kamu sembab begini?” Gadis itu kembali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Angkasa menarik napasnya yang terasa benar-benar memberatkan. “Sakura jawab saya. Bagaimana saya bisa tahu harus berbuat apa, kalau kamu terus diam seperti ini?” Tidak peduli akan kekesalan Angkasa, Sakura tetap bertahan bersama egonya. Diam, tidak menjawab apa-apa. Angkasa memijat keningnya sesaat. Kemudian menjatuhkan kedua tangannya pada kedua sisi bahu Sakura, mengunci perg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD