Sakura berlari seperti orang gila, menelusuri lorong rumah sakit, sedangkan Angkasa berusaha untuk menyusulnya di belakang. Namun hingga saat ia tiba di depan ruangan yang dicarinya, saat itu pula langkahnya tertahan ketika pintu ruangan tersebut terbuka, dan memunculkan ranjang besi beroda yang membaringkan tubuh ibunya dengan sekujur tubuh yang sudah tertutup sempurna dari ujung kepala sampai ujung kaki. “Kami dari kepolisian ingin mengabarkan bahwa tahanan atas nama Ibu Yuli baru saja mencoba melakukan tindak bunuh diri, dan kini sedang dilarikan ke rumah sakit.” “Ibu!” Gadis itu mendekat, membuat dua suster yang mendorong ranjang tersebut pun berhenti. “Ibu jangan tinggalin Sakura, Bu!!!” Sambil memeluki tubuh ibunya, Sakura menjerit, menangis sejadi-jadinya. Sesenggukan tanpa bisa

