Davin menatap puas meja makan yang penuh dengan makanan kesukaan Alika. Berharap istrinya akan tersentuh dengan usaha yang ia lakukan untuk mempertahankan rumah tangga mereka. Meskipun dengan susah payah Davin menyiapkan semua makanan itu. Bergulat dengan bumbu dan peralatan dapur. Semua hanya untuk mendapatkan maaf istrinya. Kesehatan Erna yang sempat memburuk dan nasehat Arfan yang sangat mengena di hati, membuat Davin berusaha keras untuk memperbaiki keadaan mulai dari awal lagi. Dimulai saat pertama ia mengenal Alika tanpa ada bayang-bayang Vidya. Alika masuk dari arah ruang tamu, mendapati suaminya terbungkus celemek, merapikan meja makan yang penuh dengan berbagai macam masakan. pandangan matanya dingin, melihat Davin yang tersenyum, mencoba menarik simpatinya. "Kau sudah pulang?

