Keberanian Bintang

1998 Words

Kedua telapak tangan Bintang mengeluarkan keringat dingin. Pertemuannya dengan Davin kali ini sangat berbeda dari biasa, dirinya bingung harus bersikap bagaimana terhadap laki-laki yang ternyata adalah ayahnya. Bintang telah meminta izin pada guru agar bisa pulang lebih awal, menunggu dengan gelisah di bawah pohon mahoni, sambil sesekali menendang kerikil yang berserak di taman sekolah. Beberapa kali anak remaja itu melirik jam tangannya dan tak henti memalingkan wajah ke gerbang sekolah, berharap orang yang ditunggu datang lebih cepat dari yang diharapkan. Ketika sebuah mobil berhenti tepat di depan gerbang sekolahnya dan kepala Davin menyembul dari jendela mobil, Bintang segera berlari kecil menghampiri. Tanpa membalas senyum Davin, ia membuka pintu belakang mobil dan duduk dengan gel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD