Berada di kota baru, dan pekerjaan baru, bukanlah hal yang mudah. Pada saat itu, semua terasa melelahkan. Kiara memang diterima pada saat itu, tapi – ia tentu saja merasakan bagaimana menjadi pekerja baru yang ditindas oleh senior. Sore hari tiba... Kiara yang merasa cukup lelah akhirnya berniat hendak segera menuju ke kosan yang hendak ia tempati. "Kiara?!" panggil seseorang. Kiara akhirnya menoleh ke arah sumber suara, dan seketika ia mematung saat melihat ada Arif di sana. "Kiara, kamu selalu melamun hampir setiap saat." ujar Arif. Kiara akhirnya terperanjat kaget setelah mendengar ucapan Arif. "Ah, maaf, Mas. Lagi ada sedikit pikiran." balas Kiara, ia juga tersenyum kecil pada saat itu, dan beberapa saat kemudian, ia akhirnya menghampiri Kiara. Kiara memang sedang sedikit

