22, Desakan, dan disadarkan!

1040 Words

Arthur mengepalkan kedua tangannya setelah mendengar segala ucapan dari Edo. Ada suatu hal yang terasa membakar hatinya pada saat itu. "Sudah cukup bicaranya?!" tekannya dengan suara dingin. Edo merasakan suatu hal yang seolah mencekam dirinya, dan pada saat itu ia sadar, kalau ternyata lelaki di hadapannya tampak tidak setuju pada segala hal yang ia katakan barusan. "Aku akan mengurus masalah ini! Dan aku menyuruhmu mengerjakan pekerjaanmu! Jangan terlalu mengatur aku! Kamu paham itu?! Sekarang pergi, dan jangan pernah mengikut campuri masalah ini!" tekan Arthur! "Kembali ke ruangan kamu, dan jangan pernah kembali kalau aku tidak memintamu datang!" tekannya lagi pada saat itu. Edo akhirnya menundukan kepalanya sejenak sembari memejamkan matanya sejenak. Semua masalah bosnya terasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD