"Kiara?" Tidak ada jawaban di saat Arthur mulai bertanya, dan pada saat itu ia menarik wajahnya sedikit menjauh dari Kiara. Dan suatu hal yang ia dapati adalah..., wanitanya sudah tertidur lelap. Wajahnya terlihat sangat tenang, dan dengkuran halus juga terdengar menenangkan hati Arthur. Perasaan campur aduk membuatnya menarik tengkuk leher Kiara lebih mendekat ke arahnya dengan lembut, sebelum akhirnya ia mengecup seluruh sisi wajah wanita muda itu. "Aku tidak tahu, apa aku jatuh cinta lagi setelah aku mencintai Lilia Risa, dan bila aku mencintaimu, maka ini semua adalah hukuman dari segala perbuatan kita." gumamnya dengan suara nyaris tidak terdengar pada saat itu. Perlahan, Arthur mencoba memejamkan matanya. Sebuah kehangatan yang baru saja ia dapatkan kerap kali merasa hatinya

