Setelah melintasi satu persimpangan lagi yang melewati sebuah makam tua, kami akan tiba di pinggir sungai. Lewat tanggul di sana, aku bisa melihat pemandangan ke arah jembatan, kapal-kapal layar kecil yang sedang bersandar di tepi sungai dan sekumpulan burung layang-layang yang sedang melayang di atas langit. "Indah sekali" kataku setiba di tempat itu. Nyonya Annet sejak tadi hanya diam saja. Ya, dia memang begitu, tidak banyak bicara, tapi ketika berbicara dia jadi berkata hal-hal aneh, jadi kubiarkan saja dia begitu. Aku akan menikmati warna keemasan di langit, dan pantulannya dipermukaan air. Sambil melihat kapal-kapal layar berlalu, setelah menjelang senja nanti aku akan pulang sebelum makan malam, agar Tuan Leon tak perlu memarahiku karena keluar tanpa izin. Sesekali mataku melirik

