"Sebastian?" panggilku pada pria berambut hitam yang sedang duduk di depan jendela dengan tatapan hangat mengarah ke langit. Ia mungkin tak menyadari kehadiranku di sana, atau mungkin pura-pura tidak tahu, kerena sedari tadi aku sudah memandanginya dari muka pintu. "Makan malammu sudah selesai?" "Iya" kataku sambil memandangi kamarnya yang lebih luas dari kamarku, tapi sebagaian isi ruangannya hanya ada lemari berisi penuh buku. Aku menghampirinya "Apa boleh aku duduk di sampingmu?" "Silahkan!" aku menggeser kursi,lalu duduk di sampingnya. "Bukan hanya di mansionmu, tempat ini juga penuh buku. Apa kau menyukai membaca semua buku itu?" "Tidak, aku tidak perlu membaca buku karena aku tahu lebih banyak mengenai dunia ini dibandingan dengan selembar kertas yang berisi banyak omong

