Setelah memasuki kamar perawatan, Bara memutuskan untuk membersihkan diri. Sementara dua perawat lainnya, milih untuk beristirahat di sofa, sesuai dengan perintah Bara. Merasa segar, Bara kembali duduk di sisi Andara. Rasanya, ia sangat ingin melihat kelopak mata itu terbuka untuk menatap cahaya cinta di dalamnya. Namun, tidak mungkin bagi Bara membangunkan Andara yang tampak lelah dan menahan kesakitan sejak tadi pagi. Setidaknya, malam ini Andara terlihat tenang, tidak mendesis kesakitan seperti sebelumnya. Bara pun semakin memahami dirinya sendiri. Dia sadar penuh, bahwa dirinya sudah jatuh cinta. "Andara, kita adalah rangkaian malam. Kamu sunyi dan saya hening. Bersama, kita menjadi dingin yang bergelayut sepi." Bara memegang tangan Andara dan menempelkan wajahnya di sana. "Jika d

