Tidak seperti hari-hari biasa, Bara merasa jiwanya mulai terisi dan ia dapat merasakan kegembiraan yang telah lama hilang. Ia menyadari, ini bukan karena Isabela. Soalnya ia sudah bertemu dan berbincang lebih dulu dengan perempuan yang selalu tampil dengan make up tebal itu, daripada Andara. Tetapi saat itu, tidak terjadi apa pun di dalam hatinya. Namun ketika Andara masuk, ia mulai merasa terusik. Bukan hanya rasa sakit yang kembali dapat ia rasakan, melainkan ketenangan dan rasa bahagia dengan debaran yang tidak biasa. Bahkan miliknya yang paling sensitif pun, bereaksi dengan cepat dan tubuhnya ingin selalu di dekap mesra. Biasanya, Bara anti terhadap wanita. Namun kali ini, ia lah yang ingin meletakkan kepala di atas dadaa dan pundak Andara. "Pagi, Tuan," sapa dari para karyawan ket

