28. Ayo Tidur Denganku

1332 Words

Kenapa rasanya ada sesuatu yang membelai pipiku ya? Rasanya begitu sangat lembut. Aku mencoba untuk membuka mataku yang terasa berat. "Udah bangun?" Sebuah suara menyambut mataku ketika baru saja aku buka. Tuan Barra duduk di kursi di samping ranjangku. Mungkin dia menggeser kursi di meja riasku untuk duduk. "Baru pulang, Tuan?" Kukucek mataku yang masih terasa perih, biar bisa melihat Tuan Barra dengan lebih jelas lagi. "Ya." Aku berusaha untuk bangun dan duduk agar aku bisa melihat Tuan Barra lebih seksama lagi. Lagipula tiduran telentang di depan pria tanpa selimut membuat tubuhku terasa menggelenjar, malu. Tapi Tuan Barra menahan pundakku, agar aku tak bergerak. "Jangan bangun! Tiduran aja nggak papa." "Tapi Tuan ...." "Udah tiduran aja. Jangan ngeyel!" Tuan Barra menarik sel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD