15. Dua Bersaudara Sableng

1316 Words

"Setidaknya saya tidak se-norak mereka!" Setelah berkata seperti itu, Vivian mulai melangkah mengikuti orang-orang tadi ke ruang makan untuk sarapan. Alia juga. Begitupun aku. Cuma aku tertinggal paling belakang sendiri. Ketika aku melangkah keluar dari area gym, tiba-tiba saja ada yang menangkap tanganku. Lho? Dan langsung menarikku mengikuti langkahnya. Dilihat dari postur tubuhnya, sepertinya itu tuan Barra? "Tuan ... !" Aku menahan tanganku agar tak tertarik lagi. Akhirnya kami berhenti. "Ada apa?" "Nathan baru bangun!" Aku bingung, "lalu kenapa?" "Saya tidak ingin anda bertemu dengannya!" Lihatlah wajah dingin itu! Bagaimana bisa dia berkata-kata seperti itu dengan wajah yang dingin seperti itu. Wahai tuan! Apa susahnya memperlihatkan ekspresimu jika memang anda ingin perhatia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD