Rein pulang dengan taksi, ia menatap ke luar jendela dengan hati yang mengkerut pilu. Lelaki itu menghela nafas mencoba meredakan sakit di hatinya. Mencoba mengingat kembali apa tujuan ia datang ke kota ini. "s**l*n. Harusnya aku menahan diri," gumam Rein dan mengacak rambutnya kesal. Dirinya dengan Damian jelas jauh berbeda. Pria itu sudah mapan sedangkan ia masih duduk di bangku sekolah, tentu saja Dasha lebih memilihnya! Tapi tiba-tiba, sebuah pemikiran buruk hinggap di kepalanya. Pemikiran tentang Damian yang pria dewasa tinggal bersama seorang gadis seperti Dasha, tentu mereka sudah melakukan hal di luar batas! "Tapi ...." Rein melirih. "Tapi rasanya tidak mungkin, Dasha adalah gadis baik-baik." Rein tidak sedang mencoba membela Dasha, melainkan murni karena ia memandang Dasha se

