Jonathan sudah gemas menahan kekesalan serta kerinduannya kepada tunangannya ini. Akhirnya mereka bisa berdebat lagi setelah beberapa hari melinat macannya menjadi kucing alim. “Jangan mikir macem-macem. Aku cuma kangen sama bibir ini. Muka kamu itu gemesin kalau kayak gini.” Kemudian Jojo melajukan kembali kendaraannya tanpa rasa bersalah, sedangkan Nadia menelan salivanya susah payah sambil menggeram dalam hati. Baru saja Jojo membuka pintu mobil, Nadia sudah keluar lebih dulu dan masuk ke rumah. Jojo kembali menghela nafas panjang melihat sikap Nadia seperti ini. ‘Katanya ngak menghindar, katanya ngak nangis, tapi sikap kamu itu beda sama pembelaan kamu.’ Dalam batin Jojo bermonolog, kemudian menyusul keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah. Jojo disambut oleh Nathan dan Cika y

