Perasaan Nadia pagi ini tidak karuan. Pasalnya semalam dengan teledor ia mengangkat telepon dari Randy menggunakan nomor lain. Rasa takut bertemu Randy semakin menjadi sejak Nadia menyadari sikap Randy yang sudah tidak baik dan membahayakan bagi dirinya. Pagi itu, Nadia menghubungi ponsel Jojo sebelum keluar dari kamarnya. “Yes, your jutek kesayangan menjawab.” Goda Jojo mengangkat sambungan telpon dari Nadia. Panggilan telepon yang mengawali harinya dengan senyuman bahagia.. “Iss, dendaman amat, masih diinget aja yang semalam.” “Kenapa telpon aku pagi-pagi. Tumben banget, perdana loh ini.” “Ehm, Jo. Semalam itu, pas habis tutup telepon kamu, ada telpon masuk. Tadinya aku pikir dari kamu, ternyata dari Randy.” Hening beberapa detik saat Jonathan mendengar nama laki-laki b******k itu

