Sesampainya di rumah, seperti biasa Nadia langsung naik ke kamarnya. Tapi, kali ini Cika yang sudah mengetahui strategi Nadia yang selalu menjauhi Jojo ketika di rumah, segera memasang strategi lainnya. “Dia, kalau sudah mandi, kamu turun ke sini. Ngak pake alasan cape.” Dengan menghela nafas kasar, mau tidak mau Nadia menurut. “Iyah, Mi.” Sedangkan Jonathan menyunggingkan senyum tipis di bibirnya, merasakan kememenangan karena diperhatikan calon mertuanya. “Kalian sudah makan? Pulangnya malam gini?” Tanya Nathan. “Sudah di kantor, Om. Eh, Dad.” Jojo masih belum terbiasa mengganti panggilan ke Nathan dan Cika dengan daddy dan mmmy, sehingga terdengar lucu bagi calon mertuanya yang terkekeh melihat kekikukkan Jojo. “Gimana bisnis kamu? Mommy tuh suka bangga sama kamu loh, masih muda

