Bab 22. Taring Macan Muncul

1639 Words

Mata Nadia memandang tajam kepada seorang teman yang mungkin sudah tidak ia anggap teman lagi berada di kamar ini. Vita menghampiri Nadia, menarik tangannya pelan untuk masuk kamar dan menutup pintu kembali. Luna tersenyum tanpa rasa bersalah kepada Nadia. “Hai, Dia. Udah lama ngak ketemu, loe udah jadi tunangan orang aja.” Ucapnya berbasa-basi. “Lun, ngak usah sok akrab deh. Loe masih bisa diterima di rumah ini karena mama Vita ngak tau kayak apa belangnya loe..” Ucap Diana dengan ketusnya. Tatapan menusuk bukan hanya dari mata Nadia, tapi juga Vita dan Diana yang ingin rasanya mereka menelan perempuan yang entah masih gadis atau tidak itu, mengunyahnya sampai halus kemudian dibuang ke toilet. “Oh, Hai, Lun. Ada loe di sini.” Jawab Nadia sekedar berbasa-basi. Vita menarik lengan Nadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD