ME.21-2 : HABIS MANIS TERBITLAH PAHIT (2)

1722 Words

"Ahh, syurga dunia." Gue menoleh ke Bianca yang baru selesai mandi setelah menyelesaikan bersih-bersih rumah lalu menepuk-nepuk bantalan sofa di samping gue yang langsung di dudukin dengan tatapan binar ke arah semua makanan yang gue sajikan di atas meja. Suasana siang Bali tidak terlalu panas jadi gue berinisiatif untuk makan siang di sofa samping kolam renang yang langsung menghadap ke laut di bawah sinar matahari. Biar gosong sekalian juga nggak apa-apa asal nggak sendirian. Jadi gosongnya bareng. "Kamu kalau lihat makanan pasti selalu sumringah seperti ini ya." "Ini salah satu kelemahan aku yang suka banget sama makanan apalagi cemilan." "Kelihatan kok." Bianca melotot, "Aku nggak gendut ya!!!" "Iya nggak gendut cuma berlemak.” “Ish!!” Bianca mencubit pinggang lalu berdiri un

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD