Aku nyempil di celah-celah pengunjung diskotek di antara hingar bingar musik yang menghentak nyaring seraya mengedarkan pandangan mengabaikan tatapan semua orang yang memperhatikan penampilanku dari atas sampai bawah dengan tatapan geli. Aku bodo amat dan terus aja mendesak masuk ke dalam untuk memastikan sesuatu. Jad, aku putarin diskotek ramai ini dengan mata menyimpit dan hidung yang aku tutup dengan tisu yang aku comot di salah satu meja mencoba mencari keberadaan Dustin dan si Barbie mengabaikan bau rokok yang menyengat. Berharap asmaku tidak kambuh saat ini juga. Di pesan singkat yang aku intip sedikit tadi sore, mereka mau pergi ke diskotek jam sepuluh malam entah mau ngapaian. Aku jadi membayangkan mereka desak-desakan di sofa sambil minum-minum terus joget-joget dan berakhir di k

