Aku menerobos masuk ke IGD seraya mengedarkan pandangan. Mengabaikan banyak tatapan mata dan langsung mendekati salah satu perawat jaga dengan perasaan was-was. "Sus, suamiku di mana Sus?" "Tenang dulu Bu." "Gimana saya bisa tenang kalau suami saya kenapa-napa," kataku kesal. "Siapa namanya?" "Dustin Sus." Perawat itu langsung berubah ekspresinya. Aku berdiri membeku. "Ibu keluarganya Dustin?" "Saya istrinya. Dia nggak apa-apa kan?" Tolong katakan kalau dia baik-baik saja. "Maaf Bu. Saya harus menyampaikan kabar duka." Aku terdiam. "Kecelakaan yang dialaminya cukup parah. Dia meninggal di tempat Bu. Kami tidak bisa melakukan apa-apa." Aku langsung terjatuh ke lantai dengan perasaan kebas. Seketika semua indra tubuhku mati rasa membuat perawat itu langsung bersimpuh dan memelukku

