Saat membuka pintu kamar, hal pertama yang aku lihat adalah gelap. Aku pikir nggak ada orangnya padahal mobilnya ada di garasi tapi suara erangan tertahan di atas tempat tidur membawaku semakin masuk ke dalam dan terkesiap sambil menutup mulut dengan tangan saat melihat suamiku – masih dengan pakaian yang dipakainya tadi siang – tidur tengkurap di atas tempat tidur. Satu kakinya terjulur keluar. Masih memakai sepatu lengkap. Aku mendekat, menyalakan lampu tidur memberikan penerangan remang-remang dan melihat Dustin tidur dengan gelisah. Aku raba bajunya dan terasa lembab lalu saat menyentuh area leher dan keningnya suhu badannya panas tinggi. "Ya Tuhan, Mas." "Hhnggg," dia hanya mengerang sedikit. Matanya terpejam rapat. Aku langsung balik badannya menjadi terlentang, secepatnya melepa

